Sedikit berbagi cerita tentang pengalaman pribadi saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa Prof. Masdar memang sosok yang humanis, sebagaimana yang selama ini sering saya dengar dari banyak orang. Dulu, sekitar akhir tahun 2019, ketika saya tengah menyusun skripsi, salah satu narasumber yang harus saya wawancarai adalah Prof. Masdar, yang kala itu menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) periode 2018–2022. Mengapa harus Prof. Masdar? Kebetulan, penelitian skripsi saya mengangkat telaah kritis terhadap formula moderasi beragama yang digagas Kementerian Agama, khususnya bagaimana konsep tersebut diimplementasikan di ruang publik. Dalam konteks ini, perguruan tinggi tentu menjadi salah satu institusi pendidikan yang memiliki andil besar dalam mendiseminasikan gagasan moderasi beragama kepada masyarakat, khususnya mahasiswa. Posisi rektor pun menjadi cukup strategis sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam proses penyebarluasan dan implementasi gagasan t...
Mimpi masa lalu yang kembali datang tadi malam Selalu datang bergilir tanpa permisi Aku heran, , Sudah kesekian kali mimpi itu hadir dalam kabut bayang Aku pun tak mengerti Apa karena masih ada rasa yang terpendam? Rasaku, ataukah rasamu? Entah, , Yang pasti, , , panasnya waktu, membakar harapan-harapan di masa lalu Yang dulu terbangun mapan Kini hilang dalam angan-angan. Surabaya, 17 Januari 2021