Mimpi masa lalu yang kembali datang tadi malam Selalu datang bergilir tanpa permisi Aku heran, , Sudah kesekian kali mimpi itu hadir dalam kabut bayang Aku pun tak mengerti Apa karena masih ada rasa yang terpendam? Rasaku, ataukah rasamu? Entah, , Yang pasti, , , panasnya waktu, membakar harapan-harapan di masa lalu Yang dulu terbangun mapan Kini hilang dalam angan-angan. Surabaya, 17 Januari 2021
D engan menyimak berbagai tantangan yang menghadang dan potensi-potensi yang dimiliki, kemungkinan keberhasilan atau malah kegagalan terkait masa depan moderasi beragama di Indonesia menjadi dipertanyakan. Di satu sisi, terdapat pandangan yang terlalu optimistik; melihat bahwa moderasi beragama (moderasi Islam) merupakan aliran utama pemikiran keagamaan di Indonesia yang mutakhir, dan memiliki masa depan yang cerah. Di sisi lain, terdapat penolakan total terhadap moderasi beragama, karena pemikirannya-pemikirannya dianggap sesat dan dapat menyesatkan umat, salah satunya dilabeli sebagai gerakan keagamaan banci yang tidak mampu bersikap tegas dalam menyuarakan pilihan. Secara keseluruhan bisa dikatakan masa depan moderasi beragama di Indonesia masih remang-remang (belum jelas), meskipun belakangan banyak tokoh-tokoh yang secara masif menyuarakan pemikiran-pemikiran tentang moderasi beragama, namun tidak sedikit pula terdapat penolakan dan perlawanan dari kelompok...